Jumat, 13 Agustus 2010

Modul No.5b Kewirausahaan Kls.XI

Modul No.5 Kewirausahaan XI

Indikator Pembelajaran :
•Menjelaskan Pengertian dan tujuan produksi
•Menjelaskan sifat proses produksi
•Mendemonstrasikan dan mendeskripsikan tahapan proses produksi
•Mendeskripsikan pengelolaan persediaan dan penyimpanan hasil produksi

Pengertian
Produk : Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada suatu pasa agar dipehatikan, diminta, dibeli, dan dikonsumsi sehingga dapat memuaskan kebutuhan
Produk merupakan keluatan (output) dari suatu proses produksi yang berupa barang dan atau jasa
Produksi :Proses membuat produk
Menurut Sofyan Assauri (2004), Produksi merupakan proses yang mengubah masukan-masukan (input) dengan menggunakan sumber daya untuk menghasilkan keluaran-keluaran (outputs), yang berupa barang dan jasa.
Produsen : Subjek/pihak yang menjalankan proses produksi untuk membuat suatu produk
Produktivitas : kemampuan untuk menghasilkan suatu karya (produk) dalam suatu proses produksi (yang dilaksanakan secara konsisten dan dinamis)

Pengertian dan Tujuan Produksi
Dalam pengertian sederhana, produksi berarti menghasilkan barang/jasa. Menurut Ilmu Ekonomi, pengertian produksi adalah kegiatan menghasilkan barang maupun jasa atau kegiatan menambah nilai kegunaan/manfaat suatu barang.
Dari pengertian tersebut jelas bahwa kegiatan produksi mempunyai tujuan yang meliputi:
1. menghasilkan barang atau jasa.
2. meningkatkan nilai guna barang atau jasa.
3. meningkatkan kemakmuran masyarakat.
4. meningkatkan keuntungan.
5. memperluas lapangan usaha.
6. menjaga kesinambungan usaha perusahaan.
Berdasarkan pengertian dan tujuan dari kegiatan produksi tentunya manusia berusaha apa yang merupakan kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi secara baik atau mendekati kemakmuran.
Faktor-faktor Produksi
•Sumberdaya Alam
•Sumberdaya Manusia (Tenaga Kerja Manusia)
•Sumberdaya Modal
•Sumber Daya Teknologi

Sifat Proses Produksi dan Contohnya
•Produksi yang terputus-putus, didasarkan atas dasar pesanan masuk. Contoh : Kartu Undangan, Rias Pengantin, Mesin Produksi, dll.
•Produksi yang terus-menerus, didasarkan pada ramalan penjualan, kemampuan produksi, demografi masyarakat, serta strategi peningkatan pemasaran dan laba. Contoh : laptop, handphone, guru sekolah formal, jasa auditing, jasa cleaning, motor, buku tulis, voucher pulsa, dll.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun tahapan produksi
Routing : menetapkan urutan produksi
Scheduling : menentukan alokasi waktu dan jadwal kegiatan proses produksi
Dispatching : menetapkan urutan perintah proses produksi
Follow Up : menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan, dan tindak lanjut-tindak lanjut proses produksi


Proses Produksi

Syarat Perencanaan Proses Produksi
•Harus sesuai dengan tujuan dan strategi perusahaan
•Harus sederhana, mudah dipahami dan mudah dijalankan
•Harus memberikan analisis dan klasifikai kegiatan


Diagram Alur Produksi
Input – Proses – Output


Pengertian Persediaan (Inventory)
Persediaan merupakan barang yang diperoleh untuk dijual kembali atau bahan untk diolah menjadi barang jadi atau barang jadi yang akan dijual atau barang yang akan digunakan.

Tujuan Pengelolaan Persediaan
1. Laba yang maksimal dapat dicapai dengan meminimalkan biaya yang
berkaitan dengan persediaan
2. mendorong perusahaan menyimpan persediaan dalam jumlah yang relatif besar adalah masalah ketidakpastian permintaan. Jika permintaan akan bahan atau produk lebih besar dari yang diperkirakan, maka persediaan dapat berfungsi sebagai penyangga, yang memberikan perusahaan kemampuan untuk memenuhi tanggal penyerahan sehingga pelanggan merasa puas.

Metode Pencatatan Persediaan

FIFO (First In First Out), barang yang masuk terlebih dahulu dianggap yang pertama kali dijual/keluar sehingga persediaan akhir akan berasal dari pembelian yang termuda/terakhir.
LIFO (Last In First Out), barang yang terakhir masuk dianggap yang pertama kali keluar, sehingga persediaan akhir terdiri dari pembelian yang paling awal.
Average, pengeluaran barang secara acak dan harga pokok barang yang sudah digunakan maupun yang masih ada ditentukan dengan cara dicari rata-ratanya.
Penerapan asumsi ini berlaku baik dalam sistem periodik maupun dalam sistem perpetual.

Sistem Pengelolaan dan Pencatatan Persediaan

Sistem Periodik

1) FIFO
Dengan metode ini jumlah barang yang digunakan sebanyak 700 unit diasumsikan berasal dari barang yang pertama kali dibeli, yaitu: 200 unit @ Rp 10 = Rp 2.000 400 unit @ Rp 12 = Rp 4.800 100 unit @ Rp 11 = Rp 1.100 Harga pokok penjualan Rp 7.900 Selanjutnya persediaan yang 300 unit dianggap dari pembelian tanggal 26 dan 30 Januari 2006 dengan rincian sebagai berikut: 200 unit @ Rp 11 = Rp 2.200 100 unit @ Rp 13 = Rp 1.300 Persediaan akhir Rp 3.500

2) LIFO

Dengan metode ini jumlah barang yang dijual sebanyak 700 unit diasumsikan berasal dari barang yang terakhir dibeli, yaitu: 100 unit @ Rp 13 = Rp 1.300 300 unit @ Rp 11 = Rp 3.300 300 unit @ Rp12 = Rp 3.600 Harga pokok penjualan Rp 8.200 Selanjut persediaan akhir 300 unit dianggap berasal dari pembelian tanggal 1 dan 12 Januari 2006, yaitu: 200 unit @ Rp 10 = Rp 2.000 100 unit @ Rp 12 = Rp 1.200 Persediaan akhir Rp 3.200
3) Metode Rata-rata

Sistem Perpetual
Jika perusahaan menggunakan sistem perpetual, penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir dilakukan setiap perusahaan menjual barang. Untuk mempermudah pekerjaan menentukan harga pokok ini digunakan suatu kartu yang lazim disebut Kartu Persediaan. Satu jenis barang disediakan satu Kartu. Dengan demikian sistem ini baru cocok untuk persediaan yang nilainya tinggi.

Selamat Belajar...!
Salam Cerdas...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar